Kontranews.id- Namanya Delfina Arkanaya Ramadhani. Usianya baru 10 tahun. Anak pasangan Gafur (ayah) dan Ayu (ibu) ini lahir di Makassar, pada tanggal 6 Juni 2016.

Ada triple 6 di tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Dede begitu nama akrabnya. Dede lahir di tahun Shio Monyet Api, zodiaknya Gemini.

Dede dikenal pintar secara akademik, serta punya jiwa seni dan kreatif. Prestasi murid SD Negeri Percontohan PAM Kota Makassar ini patut dibanggakan.

Dede pernah meraih Juara 3 Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Pemula Kota Makassar, tahun 2024.

BACA JUGA :  Iwan Azis Optimis Pemilu RT/RW 3 Desember Jadi Momentum Demokrasi

Olah raga sepatu roda itu ia geluti sejak kelas 3 SD. Kini dia sudah naik ke kelas 5.

Meski awalnya ia bermain sepatu roda karena diajak teman. Namun dia mengaku bermain sepatu roda merupakan olah raga yang menyenangkan.

Dede biasa latihan sepatu roda di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Pantai Losari, dan di Lantamal VI TNI AL Jalan Yos Sudarso.

Selain itu, prestasi yang pernah ditorehkan, Juara 2 Lomba Senam Anak Indonesia Hebat P.O.T 2025 Kota Makassar.

BACA JUGA :  Iwan Azis Optimis Pemilu RT/RW 3 Desember Jadi Momentum Demokrasi

Hobi lainnya, Dede suka menggambar sejak kecil. Dede, yang bercita-cita jadi dokter hewan ini, ternyata juga hobi bermain piano.

Berbagai aktivitas antara sekolah, olah raga, dan hobi yang digeluti, dapat melatih Dede sebagai pribadi yang disiplin, mandiri, dan kreatif.

Nah, ada yang menarik sekaligus unik dari cucu AB Iwan Azis ini. Rupanya, dia mulai gemar mengoleksi gelas kertas, bekas minuman kopi atau jus. Gelas kertas (paper cup) koleksinya memang punya gambar desain menarik dan tekstur yang unik.

BACA JUGA :  Iwan Azis Optimis Pemilu RT/RW 3 Desember Jadi Momentum Demokrasi

Iwan Azis, wartawan senior yang juga dikenal sebagai pengusaha bioskop dan reklame itu bercerita, cucunya minta dibawakan gelas kopi.

Pesan Dede, cucunya, “Kek, sering ki pergi ke warung kopi. Kalau sudah ki minum, jangan ki buang gelas kertasnya.”

Iwan Azis menilai hobi cucunya itu terkait seni dan budaya.

Mungkin juga bagian dari pendidikan karakter ramah lingkungan, soal daur ulang, yang diajarkan guru-gurunya di sekolah.

Pendidikan karakter itu sudah tertanam sejak dini pada diri Delfina Arkanaya Ramadhani. (*)

 

RT