Kontranews.id Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI-UPRI Makassar mendorong dilakukannya audit terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Seko yang dikerjakan PT Tirta Energi Cemerlang, menyusul meninggalnya seorang warga negara asing (WNA) asal China yang bekerja di lokasi tersebut.

Ketua Umum DPK GMNI-UPRI Makassar, Bung Aril, mengatakan peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak guna memastikan penerapan standar K3, kepatuhan terhadap perizinan, serta perlindungan tenaga kerja berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian harus dihormati. Di sisi lain, instansi teknis yang berwenang di bidang ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan perizinan diharapkan melakukan evaluasi sesuai tugas dan kewenangannya.

BACA JUGA :  K3 Dikebiri, Subsidi Negara Terancam, Proyek Jalan Mallawa Maros Dibidik

“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian. Kami berharap instansi terkait dapat melakukan audit terhadap penerapan K3, sistem manajemen keselamatan kerja, serta aspek perizinan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Bung Aril.

Ia menjelaskan, audit tersebut bertujuan memastikan seluruh kewajiban perusahaan telah dilaksanakan sesuai regulasi, termasuk pemenuhan perlindungan tenaga kerja dan kewajiban administratif lainnya.

BACA JUGA :  Geger! WNA China Tewas di Luwu Utara, Polisi Masih Selidiki Motif

Bung Aril menegaskan pihaknya tidak menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak mana pun. Menurutnya, seluruh proses harus menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan pemeriksaan dari instansi berwenang.

“Apabila hasil audit maupun penyelidikan resmi nantinya menemukan adanya pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membangun asumsi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menjalankan tugas secara profesional dan objektif.

BACA JUGA :  Geger! WNA China Tewas di Luwu Utara, Polisi Masih Selidiki Motif

Sebelumnya, Kapolsek Rongkong, Iptu Supriadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, seorang terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, korban merupakan WNA asal China. Untuk sementara seorang terduga pelaku telah diamankan di Unit Resmob Polres. Motif dan kronologi kejadian masih dalam penyelidikan,” kata Iptu Supriadi.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung. Kontranews.id menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan akan memuat tanggapan maupun klarifikasi dari PT Tirta Energi Cemerlang apabila telah diperoleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *