Kontranews.id- Keberadaan gerai ritel modern di Kabupaten Gowa dalam beberapa waktu terakhir terus menunjukkan tren peningkatan. Tidak hanya terpusat di kawasan kota, ekspansi minimarket kini mulai merambah hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Kondisi tersebut mendorong Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB) meminta Bupati Gowa, Husniah Talenrang, untuk melakukan peninjauan ulang sekaligus menghentikan sementara penambahan gerai baru Alfamart dan Indomaret di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Demo Anti Narkoba Berakhir Chaos di Lapas Bollangi, Mahasiswa Dipukul Brutal

Ketua F-KRB, Muh Darwis, menilai pertumbuhan ritel modern perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak terhadap keberlangsungan usaha kecil milik masyarakat lokal.

“Perlu ada pengaturan yang jelas agar pertumbuhan ritel modern tidak berdampak pada usaha kecil yang sudah lebih dulu ada,” ujar Muh Darwis dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, pembahasan mengenai ritel modern sebenarnya telah dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, di lapangan pembangunan gerai baru dinilai masih terus berjalan.

BACA JUGA :  AMPK: Jangan Biarkan Koruptor JKN RSUD Syekh Yusuf Bersembunyi di Balik Jabatan

F-KRB pun mengusulkan adanya pembatasan jumlah gerai untuk setiap merek di Kabupaten Gowa sebagai langkah pengendalian.

Kebijakan tersebut dianggap penting untuk menjaga iklim persaingan usaha tetap sehat sekaligus memberi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM.

Selain pembatasan jumlah gerai, F-KRB juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi sistem perizinan serta pola kemitraan yang diterapkan oleh jaringan ritel modern.

BACA JUGA :  Kadisperikanan Bongkar Modus Tambang Ilegal Bermuka Tambak di Laikang

Pemerintah diharapkan memastikan program pembinaan UMKM benar-benar memberikan manfaat nyata tanpa mengikis identitas dan daya saing usaha lokal.

Melalui kajian menyeluruh terhadap tata kelola ritel modern, F-KRB berharap investasi tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kepentingan ekonomi masyarakat Kabupaten Gowa.

(007)
Follow berita Kontranews.id di Tiktok