Kontranews.id- Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kian merajalela di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baru-baru ini, sebuah mobil pickup putih tertangkap mengangkut jerigen berisi BBM subsidi langsung dari salah satu SPBU.

Ironisnya, praktik itu dilakukan terang-terangan seolah tanpa takut hukum.

Publik pun menilai ada pembiaran, bahkan dugaan kongkalikong antara pelaku dan aparat.

BACA JUGA :  Mafia BBM Subsidi Diduga Bebas Beraksi, Polres Bantaeng Diminta Buka Mata

Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), Jimi Saputra, dengan lantang menuding aparat penegak hukum tak berdaya menghadapi mafia BBM.

“Bulan lalu kami temukan mafia BBM di Manggarai, dan hari ini, Sabtu (04/10/2025), praktik yang sama kami temukan di Manggarai Barat. Mereka beraksi terbuka, operator SPBU sendiri yang memindahkan bensin ke jerigen sebelum diangkut pickup. Ini jelas bukan sekadar kelalaian, tapi terkesan ada pembiaran,” tegas Jimi kepada Corong Demokrasi.

BACA JUGA :  Praktik Solar Jerigen Kembali Disorot, Pengawasan Negara Dinilai Lemah

Ia menyebut masyarakat semakin sulit mendapatkan Pertalite di SPBU, sementara para mafia bisa membawa jerigen penuh tanpa hambatan.

“Kalau polisi diam saja, wajar masyarakat menduga ada permainan di balik praktik mafia BBM ini,” tambahnya.

Jimi mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke NTT.

Ia meminta Kapolri segera mencopot Kapolres Manggarai dan Manggarai Barat yang dianggap gagal, bahkan dituding menutup mata.

BACA JUGA :  BBM Jadi Senjata, Rakyat Kecil Kolaka Utara Dibantai Ekonomi

“Kami mendesak Kapolri segera evaluasi Polda NTT dan pecat Kapolres Manggarai maupun Manggarai Barat. Mafia BBM ini sudah lama beroperasi, dan kalau aparat terus membiarkan, artinya mereka ikut menikmati. Masyarakat sudah terlalu lama jadi korban,” tutupnya dengan nada keras.

Editor : Darwis