Kontranews.com- Mayor Inf. Dr. Khaedir Makkasau, Danramil 1422-01/Lau, Kodim 1422/Maros, berbagi inspirasi dan semangat literasi kepada murid-murid kelas 6 UPT SPF SD Negeri Borong, Makassar, Rabu, 23 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, Jalan Borong Raya Nomor 8, Makassar, tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Kegemaran Membaca Nasional dan Hari Kunjung Perpustakaan 2026.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan program Rabu Literasi yang menjadi salah satu bagian dari inovasi GEMBIRA (Gerakan Membaca, Bercerita, Menulis, Kriya Kreasi) SD Negeri Borong.
Kegiatan berlangsung pukul 07.30–08.30 Wita, dalam suasana penuh semangat. Apalagi materi disampaikan oleh Mayor Inf. Dr. Khaedir Makkasau secara ringan, dengan contoh-contoh nyata yang dilakukannya sebagai penggiat literasi.
Acara ini dipandu oleh Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Elyda Alawiah, dihadiri Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Andi Etty Cahyani, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Bunda Pustaka, Annisyah Arsyad.
Andi Etty Cahyani mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Mayor Inf. Dr. Khaedir Makkasau.
“Semoga kehadiran Bapak bukan saja bermanfaat bagi pengembangan literasi di sekolah, tetapi juga memberi inspirasi bagi anak-anak,” terang Andi Etty Cahyani.
Dalam penyampaiannya, Mayor Inf. Dr. Khaedir Makkasau mengajak murid-murid untuk memiliki cita-cita, berani bermimpi, serta membangun kebiasaan belajar dan berusaha sejak dini.
Perwira TNI itu menyampaikan pesan sederhana yang menjadi inti motivasinya kepada para murid.
“Bermimpi, berusaha, berdoa, berhasil. Iitu kata kunci yang mesti jadi pedoman,” pesan dari penggagas Balla Baca Rakyat di Kabupaten Maros tersebut.
Menurut Khaedir Makkasau, langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dalam materi bertajuk “Cita-Cita & Keinginan”, Khaedir Makkasau mengajak murid-murid SD Negeri Borong membedakan cita-cita dan keinginan sekaligus mengarahkan keduanya pada hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Cita-cita, menurutnya, antara lain dapat berupa menjadi pribadi yang profesional, tangguh, dan bermanfaat bagi masyarakat. Juga terus belajar dan mengembangkan diri, meraih jenjang karier yang lebih baik, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kemajuan bangsa.
Sementara itu, keinginan yang ditekankan mencakup kesehatan dan umur panjang, keluarga yang selalu berada dalam lindungan dan keberkahan, serta harapan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, berilmu, dan sukses.
Selain pentingnya usaha dan pendidikan, Khaedir Makkasau yang menggunakan metode jemput bola dalam gerakan literasi itu, juga mengingatkan murid-murid agar menghadirkan Tuhan dalam setiap langkah, niat, dan usaha.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT, dalam QS. Thaha: 114, yang mengatakan, “Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’”
Pesan tersebut ditempatkan sebagai pengingat bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan sikap, niat, dan karakter.
Prajurit yang penuh dedikasi pada gerakan literasi lewat Lapak Baca Keliling itu, juga menekankan pentingnya doa dan restu orang tua. Ia menyampaikan bahwa restu orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang anak menuju keberhasilan serta dalam memperoleh ridha Allah SWT.
Dalam materi pendidikan yang disampaikan, Khaedir Makkasau juga mengaitkannya dengan sejumlah nilai penting, yakni pendidikan, inovasi, kolaborasi, prestasi, dan lingkungan.
Kelima unsur itu, katanya, menjadi bagian dari pesan kepada murid-murid agar pendidikan tidak hanya menghasilkan anak yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemauan untuk terus berkembang.
Khaedir Makkasau juga memberikan penekanan pada peran guru dalam membangun masa depan generasi muda.
“Guru menginspirasi masa depan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan literasi itu kemudian ditutup dengan pesan agar para murid tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-citanya.
Dengan doa, usaha, pendidikan, dan dukungan orang tua serta guru, setiap anak diharapkan berani menata masa depannya.
Di akhir materi, Khaedir mengajak para murid untuk memanjatkan doa agar diberikan kemampuan menjadi manusia yang bermanfaat, terus mendapat bimbingan dalam setiap langkah, dan dimudahkan dalam mencapai cita-cita yang diridai Allah SWT.
Kegiatan berbagi inspirasi tersebut sekaligus memperkuat semangat Rabu Literasi di SD Negeri Borong. Melalui program GEMBIRA, kegiatan literasi dikembangkan tidak hanya melalui aktivitas membaca, tetapi juga bercerita, menulis, serta kriya kreasi.
Dengan demikian, perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga ruang bertemunya pengetahuan, inspirasi, kreativitas, dan pembentukan karakter murid. (*)
RT





