Kontranews.id – Tim Duta Muda Sumatera Utara 2026 resmi menjalankan Program Pengabdian Masyarakat tahunan mereka di Rumah Literasi Ranggi sebagai bentuk aksi nyata kepemudaan di bidang pendidikan dan pemberdayaan anak.

Program tersebut berlangsung selama empat bulan, mulai 9 Mei hingga 15 Agustus 2026.

Sebanyak sekitar 30 peserta terlibat dalam program yang digelar setiap Sabtu pukul 14.00–16.00 WIB itu.

Selama 14 pertemuan, para peserta menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dengan pendekatan belajar sambil bermain bagi anak-anak di sekitar Rumah Literasi Ranggi.

Kegiatan perdana program ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) pada 8 Mei 2026.

BACA JUGA :  Sanggar Kampoeng Kaki Langit Dilaunching, Aksi Akkarungeng Pukau Warga

DMSU 2026 mengawali program dengan menggelar lomba kreativitas anak sebagai simbol bahwa peringatan pendidikan tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui aksi langsung di tengah masyarakat.

“Bagi kami, HARDIKNAS bukan hanya diperingati lewat upacara, tetapi bagaimana kami bisa hadir langsung di tengah anak-anak dan memberi ruang bagi mereka untuk belajar serta berekspresi,” demikian keterangan dalam narasi program DMSU 2026.

Dalam pelaksanaannya, program pengabdian tersebut mengusung lima pilar utama Duta Muda Sumatera Utara, yakni kepemudaan, lingkungan, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.

Kelima nilai itu kemudian diintegrasikan ke dalam setiap sesi kegiatan secara kreatif dan interaktif.

BACA JUGA :  Sanggar Kampoeng Kaki Langit Dilaunching, Aksi Akkarungeng Pukau Warga

“Setiap pertemuan dirancang dengan konsep belajar sambil bermain agar anak-anak dapat menerima materi dengan cara yang menyenangkan namun tetap edukatif,” tulis DMSU 2026 dalam keterangan programnya.

Melalui pendekatan tersebut, Rumah Literasi Ranggi tidak hanya difungsikan sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bersama bagi anak-anak untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri mereka sejak dini.

Program Pengabdian DMSU sendiri telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2024 dan menjadi salah satu agenda tahunan organisasi.

BACA JUGA :  Sanggar Kampoeng Kaki Langit Dilaunching, Aksi Akkarungeng Pukau Warga

Keberlanjutan program itu disebut sebagai bentuk komitmen para duta muda untuk terus hadir dan memberi dampak langsung kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda di Sumatera Utara.

“Semangat pengabdian para duta muda tidak berhenti di atas panggung, tetapi harus mengalir langsung ke tengah masyarakat,” lanjut keterangan tersebut.

Dengan program yang masih terus berjalan hingga Agustus mendatang, Duta Muda Sumatera Utara 2026 berharap gerakan kepemudaan berbasis pengabdian ini dapat terus mendapat dukungan masyarakat dan memberi dampak berkelanjutan bagi anak-anak serta lingkungan sekitar.

 

(AHP)