Kontranews.id-  Kekompakan warga Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa, akhirnya membuahkan hasil. Langkah sinergis masyarakat setempat sukses menggapai capaian tertinggi dengan meraih penghargaan Kalpataru 2026.

Kekompakan dalam menjaga kelestarian alam serta saat proses verifikasi menjadi bukti nyata bahwa kekuatan utama membangun desa adalah gotong royong.

Kekompakan itu terlihat pada momen haru bercampur bahagia saat warga Kanreapia menjemput Piala Kalpataru pada 25 Juni 2026 di batas Desa Kanreapia dan Pattapang.

Penghargaan Kalpataru menjadi apresiasi yang sarat makna bagi Desa Kanreapia karena pada tahun 1986 Kanreapia pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru. Setelah 40 tahun, Desa Kanreapia kembali menerima Kalpataru pada tahun 2026.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Aborsi di Katangka Gowa

Piala Kalpataru tersebut kemudian diarak keliling desa sebagai tanda syukur dan bahagia karena Desa Kanreapia kembali menerima penghargaan Kalpataru untuk kedua kalinya.

Penghargaan Kalpataru tersebut menjadi simbol pohon kehidupan bagi warga Kanreapia karena mampu melakukan kegiatan-kegiatan lingkungan, terutama melalui literasi lingkungan dan aksi sadar iklim dengan menerapkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Sirajuddin Suro, tokoh masyarakat Kanreapia, terharu dan sangat senang. Menurutnya, Kalpataru menjadi bukti bahwa Desa Kanreapia konsisten menjaga lingkungan.

Kegiatan gotong royong seperti Akkammisi, Sibalii, dan Sikio menjadi kekuatan kebersamaan yang terus terjaga di desa ini sejak penerimaan Kalpataru pada 1986 hingga kembali diraih pada 2026.

BACA JUGA :  Demo Anti Narkoba Berakhir Chaos di Lapas Bollangi, Mahasiswa Dipukul Brutal

“Kalpataru menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Kanreapia tetap konsisten menjaga lingkungan. Semangat gotong royong melalui budaya Akkammisi, Sibalii, dan Sikio telah menjadi kekuatan utama kami sejak meraih Kalpataru pada 1986 hingga kembali menerima penghargaan ini pada 2026. Penghargaan ini adalah milik seluruh warga Kanreapia yang selama ini menjaga alam dengan penuh kebersamaan,” ujar Sirajuddin Suro.

Sementara itu, Jamal, penerima Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan, mengaku bangga dilahirkan di Desa Kanreapia yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat.

BACA JUGA :  LANTIK–AMPERA Kepung Kanwil Ditjenpas Sulsel, Dugaan Ponsel Bebas di Lapas Bollangi Meledak

“Kalpataru ini bukan hasil kerja saya seorang, melainkan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh masyarakat Desa Kanreapia. Saya bangga dilahirkan di desa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu menjemput Piala Kalpataru. Penghargaan ini adalah milik kita semua dan menjadi bukti bahwa kebersamaan dalam menjaga lingkungan akan selalu membuahkan hasil,”tutup Jamal.

 

RT