Kontranews.id – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Makassar dikeluhkan warga. Jadwal yang seharusnya menjadi pegangan pelanggan disebut tidak selalu sesuai dengan kondisi di lapangan.
Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan (AMSS) ikut menyoroti persoalan tersebut. Menurut AMSS, masyarakat bisa memahami jika pemadaman terjadi karena gangguan teknis atau kondisi sistem kelistrikan. Namun, warga berhak mendapatkan informasi yang jelas ketika jadwal berubah.
Boy, perwakilan AMSS, mengatakan warga sudah menyesuaikan aktivitas dengan jadwal yang disampaikan. Ketika waktu pemadaman berubah, masyarakat akhirnya kesulitan memprediksi kapan listrik akan padam dan kembali menyala.
“Kalau memang ada pemadaman bergilir, kami bisa memahami. Tapi jadwalnya harus jelas. Jangan masyarakat sudah bersiap, ternyata berbeda lagi di lapangan,” kata Boy.
Menurutnya, persoalan ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga. Pelaku usaha kecil juga ikut terdampak, terutama usaha yang menggunakan freezer, mesin produksi, komputer dan peralatan elektronik lainnya.
“Jangan masyarakat dibuat menebak-nebak kapan listrik padam dan kapan menyala. Kalau ada perubahan jadwal karena kondisi teknis, sampaikan secara terbuka kepada pelanggan,” tegasnya.
AMSS meminta PLN menjelaskan penyebab pemadaman, wilayah yang terdampak serta perkiraan waktu listrik kembali normal. Jika terjadi perubahan jadwal, informasi tersebut dinilai perlu segera disampaikan kepada pelanggan.
“Yang kami minta sederhana, PLN harus transparan. Kalau listrik memang harus dipadamkan, beri tahu masyarakat kapan mulai, berapa lama dan kapan diperkirakan kembali. Kalau ada perubahan, informasikan lagi. Jangan sampai informasi yang diterima pelanggan berbeda dengan kenyataan,” ujar Boy.
AMSS menilai informasi yang akurat penting bagi masyarakat karena pemadaman dapat memengaruhi banyak aktivitas. Warga perlu mengetahui kondisi kelistrikan agar bisa mengatur pekerjaan, usaha maupun kebutuhan rumah tangga.
“Jangan sampai pelanggan merasa seperti sedang di-prank. Hari ini lihat jadwal, bersiap, ternyata berbeda. Besok begitu lagi. Ini yang harus diperbaiki,” kata Boy.
AMSS juga meminta PLN menyediakan saluran informasi dan pengaduan yang mudah diakses masyarakat selama pemadaman bergilir berlangsung.
Boy menegaskan, tuntutan tersebut bukan berarti masyarakat menolak pemadaman apabila memang diperlukan.
“Kalau memang ada gangguan atau kebutuhan teknis, jelaskan kepada masyarakat. Yang penting jangan informasi berbeda dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, konfirmasi dari PLN mengenai jadwal pemadaman dan perubahan waktu pemadaman di sejumlah wilayah Makassar masih diperlukan. Penjelasan PLN diharapkan dapat memberikan kepastian kepada pelanggan mengenai kondisi pasokan listrik di Kota Makassar.





