Kontranews.id – Dewan Pengurus Pusat Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (DPP KEPMI Bone) mengapresiasi langkah Polsek Panakkukang dalam menangani kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya S., mahasiswa asal Kabupaten Bone di Kota Makassar.

Meski demikian, DPP KEPMI Bone meminta polisi tidak berhenti pada penangkapan sejumlah pihak yang diduga terlibat.

Kasus ini harus diusut sampai tuntas agar keluarga korban mendapatkan keadilan.

Menurut DPP KEPMI Bone, penangkapan merupakan bagian dari proses hukum, bukan akhir dari penanganan perkara.

Polisi masih harus mengungkap secara jelas bagaimana peristiwa itu terjadi dan siapa saja yang terlibat.

“Kami mengapresiasi langkah kepolisian, tetapi kasus ini harus benar-benar dituntaskan. Jangan sampai penangkapan dilakukan, tetapi masih ada pertanyaan yang belum terjawab dan keluarga korban belum mendapatkan kepastian hukum,” tegas Formatur Ketua Umum DPP KEPMI Bone, Muh. Khairdir Mu’tashim.

DPP KEPMI Bone meminta Polsek Panakkukang terus mendalami kasus tersebut, memeriksa saksi, mengumpulkan bukti, dan memastikan peran setiap pihak yang diduga terlibat.

Jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, polisi diminta menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, DPP KEPMI Bone meminta polisi memberikan informasi yang jelas mengenai perkembangan kasus, termasuk status hukum pihak-pihak yang telah diamankan.

Hal ini penting agar masyarakat tidak berspekulasi dan keluarga korban mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan.

DPP KEPMI Bone menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara serius dan tidak boleh setengah-setengah.

Keluarga korban berhak mengetahui perkembangan perkara dan mendapatkan kepastian bahwa kasus tersebut ditangani dengan baik.

Meski mendesak agar kasus segera dituntaskan, DPP KEPMI Bone tetap meminta semua pihak menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

Penentuan kesalahan harus didasarkan pada bukti dan proses peradilan yang berlaku.

Di sisi lain, peristiwa ini menjadi perhatian bagi keamanan mahasiswa asal Bone yang tinggal dan menempuh pendidikan di Makassar.

Mereka datang untuk belajar dan meraih masa depan, sehingga sudah sepatutnya dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman.

DPP KEPMI Bone meminta kepolisian memperkuat upaya pencegahan kekerasan serta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa.

Jangan sampai perhatian terhadap keamanan baru muncul setelah ada korban jiwa.

Sebagai organisasi yang menaungi pelajar dan mahasiswa Bone, DPP KEPMI Bone menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

Mereka berharap kepolisian bekerja secara profesional dan mengungkap perkara berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan.

Bagi DPP KEPMI Bone, persoalan ini bukan sekadar soal penangkapan, tetapi juga soal keadilan bagi korban dan keluarganya.

Karena itu, polisi diminta mengungkap perkara secara menyeluruh dan memastikan proses hukum berjalan sampai tuntas.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Kami berharap polisi bekerja serius hingga seluruh fakta terungkap dan keluarga korban mendapatkan kepastian hukum.

Mahasiswa Bone di Makassar juga harus mendapatkan rasa aman,” tegas DPP KEPMI Bone.

DPP KEPMI Bone mengapresiasi langkah Polsek Panakkukang sejauh ini.

Apresiasi tersebut harus diikuti dengan penyelesaian perkara yang jelas, adil, dan sesuai hukum.