Kontranews.id– “Mau tertawa takut dosa, mau nangis tapi lucu. Intinya, aku tahu tapi aku diam,” ujar Gunawan sambil tersenyum.

Kalimat bernada candaan itu terlontar saat ia ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/10), menanggapi berbagai sorotan dan kritik terhadap pelayanan di SPBU yang ia pimpin.

Gunawan mengaku menjadikan polemik yang berkembang sebagai bahan introspeksi.

“Saya hanya berharap apa yang terjadi saat ini bisa jadi pengalaman dan pembelajaran bagi saya pribadi. Apa pun yang kami lakukan, dengan cara apa pun, pasti akan tetap jadi sorotan—bahkan kritik yang menyakitkan sekalipun. Itulah konsekuensi yang harus saya tanggung,” tegasnya.

BACA JUGA :  Hibah Rp 500 Juta untuk Tanggap Darurat Diduga Macet di Meja Bupati Luwu Utara

Terkait antrean panjang di SPBU, Gunawan menjelaskan bahwa kondisi serupa hampir terjadi di seluruh wilayah.

“Antrian kendaraan, baik roda dua maupun empat, itu hal yang umum. Tapi pelayanan tetap kami upayakan berjalan sebagaimana mestinya. Jadi bukan berarti antrean panjang karena pelayanan tidak berjalan,” jelasnya.

Ketika diminta tanggapan soal beredarnya foto dan video pelayanan SPBU yang sempat menjadi bahan pemberitaan salah satu media, Gunawan memilih untuk tak banyak berkomentar.

BACA JUGA :  Warga Bungadidi Tolak Pembangunan Ritel Modern, Diduga Tak Kantongi Izin

“Biarkan publik yang menilai. Saya hanya bisa berterima kasih atas pemberitaan tersebut dan mengapresiasi kerja profesional teman-teman media,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh pelanggan dilayani tanpa pengecualian, termasuk yang membawa jeriken—selama memiliki rekomendasi resmi.

“SPBU itu tempat pelayanan publik. Kalau ada kekurangan, wajar bila disoroti. Tapi yang jelas, di SPBU Bunga Didi, semua kami layani sesuai aturan,” tutup Gunawan yang akrab disapa Ronta.

BACA JUGA :  Drama Politik Memanas! PWI Bongkar Skema Besar di Balik Isu Skandal Bupati Gowa

Mahendra