Kontranews.id – UPT SD Muhammadiyah Makkoring, Desa Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap – Pada 29 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 melaksanakan kegiatan edukatif yang bertajuk “Ecoprint Ceria.”

Program ini bertujuan melatih kreativitas siswa kelas 5 SD melalui seni ecoprint berbahan alam lokal.

Ecoprint merupakan teknik cetak kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga yang menghasilkan motif unik dan ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKNT Unhas Ajak Siswa SDN 35 Parepare Jadi Agen Peduli Lingkungan

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKNT yang dipimpin oleh Fasha Nurul Fadila bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memperkenalkan konsep seni ini kepada siswa.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep ecoprint dan diskusi singkat mengenai hubungan antara seni dan pelestarian lingkungan.

Selanjutnya, siswa diajak untuk turun ke lingkungan sekolah guna mengumpulkan daun-daun dengan bentuk dan pola unik yang akan digunakan sebagai bahan cetak.

BACA JUGA :  Bocil Kece dan Tari Paijo Guncang Panggung P5 SD Negeri Borong Makassar

Setelah bahan terkumpul, siswa bersama mahasiswa menyusun motif daun di atas kain totebag dan memukulnya dengan batu untuk mengeluarkan pigmen alami.

Proses ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga menumbuhkan kesadaran anak-anak akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Antusiasme para siswa terlihat sangat tinggi.

“Saya senang sekali bisa membuat tas sendiri dari daun, hasilnya bagus dan unik,” ungkap salah satu siswa dengan penuh kebanggaan.

Fasha Nurul Fadila berharap kegiatan ini dapat menjadi media edukasi sekaligus mengasah kreativitas siswa.

BACA JUGA :  Mahasiswi KKN-T114 Unhas Hadirkan Inovasi Pupuk Organik Cair di Desa Belawae

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal seni, tetapi juga memahami bagaimana alam menyediakan bahan yang dapat dimanfaatkan secara kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program “Ecoprint Ceria,” mahasiswa KKNT Unhas tidak hanya memberdayakan potensi kreativitas siswa SD, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa, sekaligus mendukung inovasi pengembangan desa berbasis sumber daya lokal.

(RL/ID)