Kontranews.id – Menindaklanjuti aduan warga terkait drainase tersumbat, Ketua RT 04 RW 07 Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukkang, Kota Makassar, Ipul, turun langsung memimpin kerja bakti pembersihan gorong-gorong, Minggu (22/2/2026) pagi.

Aduan tersebut tercatat dengan Nomor Tiket 11779 berjudul Drainase Tersumbat.

Laporan disampaikan oleh seorang warga bernama Elisabet yang mengeluhkan kondisi saluran air di sekitar Panti Asuhan An Nabawai.

Dalam laporannya, ia menyebut gorong-gorong di lokasi tersebut telah tersumbat selama kurang lebih satu tahun akibat tumpukan sampah.

BACA JUGA :  INSAN, Gerakan Infak Kreatif ala SD Negeri Parinring Makassar

Akibatnya, air tidak mengalir dengan lancar dan memicu munculnya sarang nyamuk.

Warga juga mengeluhkan belum adanya fogging di titik tersebut, sementara beberapa wilayah lain sudah lebih dulu mendapatkan penanganan.

Merespons laporan itu, Ipul bersama warga bergerak cepat melakukan kerja bakti.

Ipul bahkan turun langsung ke dalam got untuk menghancurkan serta mengangkat sampah yang menyumbat aliran air.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Lurah Paropo, Hizkia Lumme, beserta jajarannya.

BACA JUGA :  Hak Wakaf Terancam, Pihak Masjid Babul Firdaus Makassar Ajukan Gugatan Intervensi

Selain itu, hadir pula Babinsa dan Bhabinkamtibmas (Binmas), serta para pengurus RT/RW se-Kelurahan Paropo sebagai bentuk dukungan dan sinergi lintas unsur di tingkat wilayah.

Ipul menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat.

“Kami tidak ingin aduan warga berlarut-larut. Kalau bisa ditangani bersama, kenapa harus menunggu lama,” ujar Ipul kepada wartawan media ini di lokasi.

BACA JUGA :  Makassar Gempar, Dosen UNM Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Pohon

Ipul berharap setelah dilakukan pembersihan, aliran air kembali normal dan potensi berkembangnya nyamuk bisa ditekan, terutama mengingat risiko penyakit yang dapat timbul akibat genangan air.

Kerja bakti ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Warga pun diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran drainase tetap berfungsi optimal dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

(Dg. Tojeng)