Kontranews.id – Dalam upaya mendukung perencanaan tata ruang yang terstruktur dan transparan, Mahasiswa KKN 114 Universitas Hasanuddin bersama pemerintah desa dan masyarakat Teteaji meluncurkan program pembuatan Peta Administratif dan Tata Guna Lahan Desa.

Program ini mencakup pemetaan batas wilayah administrasi (RT/RW, dusun), zonasi lahan (permukiman, pertanian, hijau, fasilitas umum), serta identifikasi titik strategis seperti lokasi UMKM, cagar budaya, dan area rawan bencana.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data wilayah, mempermudah perencanaan pembangunan, dan mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan sumber daya desa

Pada Rabu, 30 Juli 2025, Muhammad Alif Rahman, mahasiswa KKN Unhas 114 yang bertugas di Desa Teteaji, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, memimpin program kerja individu dengan tema “Memperkuat Tata Kelola Desa Melalui Pemetaan Administratif dan Zonasi Lahan yang Akurat”.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKN Unhas Bersama Warga Teteaji Rancang Peta Desa Berkelanjutan

Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat untuk verifikasi data lapangan.

Adapun Tujuan Utama dari Program ini adalah :

1.Memetakan batas administrasi desa secara jelas untuk menghindari konflik lahan.

2.Membuat zonasi tata guna lahan (permukiman, pertanian, komersial, hijau) guna optimalisasi pemanfaatan ruang.

3.Menyediakan data spasial digital yang mudah diakses oleh pemerintah dan warga.

BACA JUGA :  KKN Unhas 114 Dorong UMKM Desa Go Digital Lewat Sosialisasi dan Pendaftaran QRIS

4.Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan tata ruang berkelanjutan.

Judika dan tim menggunakan teknologi  aplikasi pemetaan digital (ARCgis) dan pendataan lapangan untuk mengumpulkan informasi batas wilayah, penggunaan lahan, serta kebutuhan warga.

“Kami bekerja sama dengan perangkat desa dan warga untuk memastikan peta ini akurat dan bisa menjadi acuan resmi. Selain versi digital, kami juga mencetaknya dalam bentuk fisik agar mudah dipahami semua kalangan,” ujar Judika dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/8/2025). Program ini pun mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Teteaji

BACA JUGA :  KKN 114 Desa Maddenra Gaungkan Digitalisasi Desa Lewat Seminar Program Kerja

Dengan adanya peta administratif dan tata guna lahan ini, diharapkan:

1.Pemerintah desa dapat membuat kebijakan berbasis data.

2.Masyarakat lebih aktif mengawasi penggunaan lahan.

3.Investor/pihak eksternal memiliki acuan jelas untuk pengembangan potensi desa.

“Kami berkomitmen mendorong tata kelola desa yang transparan melalui pemetaan partisipatif. Ini langkah awal untuk mewujudkan Teteaji yang tertata dan maju,” tambah Judika

Tim KKN 114 Unhas akan terus mendampingi desa hingga peta dapat diadopsi secara resmi dalam dokumen perencanaan desa.

(RL/ID)