Kontranews.id- Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT) menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan momentum HUT RI ke-80 di pertigaan Alauddin–Petterani, Rabu (20/08/2025).

Massa aksi datang dengan spanduk besar bertuliskan “Reformasi Jilid II”, disertai orasi politik yang bergantian menyoroti tajam arah kebijakan pemerintah.

Jenderal Lapangan Jimi Saputra menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak lebih dari seremoni kosong jika rakyat masih dicekik kebijakan pemerintah.

“Kemerdekaan hanya dinikmati segelintir penguasa, sementara rakyat terus ditindas. Setiap tahun HUT RI diperingati, tapi tidak pernah dijadikan refleksi untuk kepentingan rakyat sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila,” tegas Jimi di tengah orasi.

BACA JUGA :  KERAMAT Ledek Pemerintah “DPR Joget di Atas Penderitaan Rakyat”

Jimi juga menyinggung langsung pidato-pidato Presiden Prabowo Subianto, termasuk buku Paradoks Indonesia, yang menurutnya penuh kepalsuan.

“Itu pembohongan publik. Faktanya, di akar rumput, ekonomi rakyat masih morat-marit, pajak makin mencekik, sementara kekayaan alam negeri ini terus dijual ke asing dengan alasan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Lebih jauh, Jimi menuding pemerintahan saat ini telah mengkhianati semangat reformasi 1998.

BACA JUGA :  Kerusuhan Nasional Pecah, Makassar Jadi Episentrum dengan Korban Jiwa Terbanyak

“Kami hadir sebagai representasi rakyat yang resah. Pemerintah justru mengkorupsi nilai-nilai reformasi. Karena itu, kami menuntut Reformasi Jilid II untuk menjawab keresahan rakyat,” sambungnya.

13 Tuntutan Keras Aliansi KERAMAT

Aliansi KERAMAT – yang terdiri dari GRD, SPMP, PMKRI Cabang Gowa, LMND Kota Makassar, GMPH, dan GMNI Cabang Makassar – menyodorkan 13 tuntutan:

1.Tolak RUU KUHAP

2.Cabut UU TNI

3.Tolak RUU POLRI

4.Tuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu

BACA JUGA :  DT Disebut Kebal Hukum, PETI Sintang Jadi Ujian Janji Presiden Prabowo

5.Cabut UU Omnibus Law Cilaka

6.Hapuskan outsourcing

7.Sahkan RUU Perampasan Aset

8.Stop pembungkaman demokrasi

9.Mendesak Kapolda Sulsel tuntaskan kasus uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar

10.Mendesak Wali Kota Makassar tuntaskan masalah air bersih di Tello

11.Tolak kenaikan PBB

12.Wujudkan pendidikan gratis

13.Hentikan perampasan ruang hidup

Aksi ini menjadi peringatan keras dari jalanan bahwa 80 tahun setelah proklamasi, rakyat masih merasa jauh dari cita-cita kemerdekaan.

Editor : Darwis
Follow Berita Kontranews.id di Tiktok